oleh

Tolak Larangan Pesta Malam Warga Muratara Blokade Jalan Lintas Sumatera

MUARATARA — Menjelang akan dilakukan larangan pesta malam oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara, membuat warga Desa Karang Anyar, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, memportal Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).

Menurut informasi di lapangan, pemortalan Jalinsum tersebut sebagai bentuk penolakan dari warga terhadap larangan pesta malam.


Pemasangan portal di Jalinsum dilakukan warga, Senin (17/5), sekitar pukul 19.20 WIB. Akibatnya, arus lalu lintas di ruas jalan tersebut lumpuh, dan menyebabkan kacetan panjang di dua arah baik dari Lubuklinggau maupun arah Jambi.

Andi (45), salah satu warga setempat menuturkan, pemortalan Jalinsum itu salah satu bentuk penolakan dengan adanya larangan pesta malam oleh Pemkab Muratara.

“Tentunya warga merasa tidak terima dengan adanya larangan pesta malam ini, mengingat pesta malam merupakan acara tradisi dari dahulu. Kemudian di sini setiap ada pernikahan ada persatuan dan lelang. Kemudian acaranya dilakukan pada malam hari,”ujarnya.

Sejatinya, kata dia, larangan pesta malam boleh saja dilakukan, akan tetapi harus ada toleransi seperti jam pada pesta malam dibatas.

“Sebenarnya kami setuju jika ada larangan pesta malam. Namun ada baiknya jamnya saja dibatasi dan bukan secara spontan harus ditutup seperti ini,” ucapnya.

Sebab, menurutnya, dengan adanya larangan ini, dapat merugikan warga yang akan menggelar hajatan pernikahan.

“Karena mereka sudah menyewa orgen tunggal untuk acara pernikahannya, dan itu biasanya berlangsung sampai malam,” ucapnya.

Senada diungkapkan warga lainnya, Subir (34), seharusnya pihak pemerintah memberikan tenggang waktu dan mensosialisasikan terlebih dahulu kepada warga. “Seharusnya disosialisasikan dulu, jangan mendadak seperti ini,” ujarnya.

Sementara, Bupati Muratara, H Devi Suhartoni mengatakan, dirinya sengaja mendatangi lokasi pemortalan sebagai bentuk kedekatannya dengan masyarakat. “Jikapun ada penolakan, itu sah-sah saja karena ini adalah demokrasi,” katanya.

Meski demikian, H Devi Suhartoni tetap menyayangkan adanya aksi penutupan Jalinsum tersebut.

“Nama Kabupaten Muratara sudah baik, jika melakukan pembelokiran jalan maka akan mencoreng nama baik kabupaten kita,” ungkapnya.

“Yang jelas jangan melakukan penutupan Jalinsum, karena sangat menganggu ketertiban umum. Apa yang disampaikan saudara semua akan menjadi atensi saya ke depan. Saya minta saudara semua membuka jalan ini. Boleh kalian membenci dan juga tidak mendukung kebijakan yang sekarang, tapi jangan sampai memblokir Jalinsum,” katanya kepada masyarakat di lokasi pemortalan Jalinsum.


Komentar