oleh

Sebelum Tewas Bunuh Diri, Arini Tulis Pesan “Keluargaku Ialah Bahagiaku”

Muara Enim Warga Desa Alai Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim digegerkan adanya peristiwa seorang wanita ibu rumah tangga berusia (26) diduga tewas, melakukan bunuh diri dengan cara meminum racun serangga di dalam rumahnya.

Informasi dihimpun, korban tersebut bernama Arini binti Kelli berusia (26) tahun, seorang janda, ibu beranak satu warga Desa Alai, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim.


Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada senin pukul 01.30 wib dini hari di rumah korban. yang mana sebelum korban tewas, sempat menuliskan pesan dinding yang di tujukan kepada keluarga korban dengan mengatakan

” Motor enjoke (kasikan) bapaku, keluargaku ialah bahagiaku, mohon maaf jika aku menyusahkan kalian, harap di maafkan salahku, ” pesannya singkat yang ia tulis didinding diduga sebelum ia nekat akhiri hidupnya.

Kapolres Muara Enim AKBP Danny Sianipar SIK melalui Kasat Reskrim AKP Widhi Andika Dharma SIK saat di konfirmasi media ini membenarkan adanya peristiwa tersebut.

” Ya benar, korban meninggal diduga bunuh diri dengan meminum racun, dan untuk motif korban melakukan bunuh diri diduga karena depresi, ” ungkap Kasat Reskrim, Senin (05/07/2021) saat di konfirmasi media ini melalui pesan WhatsApp-nya.

Lanjutnya Widhi, korban tersebut bernama Arini Binti Kelli (26) warga Desa Alai, Kecamatan Lembak serta korban sudah di evakuasi oleh ajaran Polsek Lembak Polres Muara Enim dipimpin langsung oleh Kapolsek Lembak AKP Sigit Widodo didampingi Kanit Rekrim Polsek Lembak dengan melakukan olah TKP di rumah korban.

Usai melakukan olah TKP dan pemeriksaan keterangan saksi, korban meninggal diduga murni bunuh diri dengan cara meminum racun jenis Potasium .

“Dengan posisi korban telentang berada diruang tamu dengan mulut mengeluarkan busa ,”terangnya.

Dikatakan Widhi, dari keterangan pihaknya, didapat dari beberapa saksi dan saat olah TKP ditemukan 3 buah cangkir yang masih tersisa minuman,satu bungkus plastik didapur dan kayu arang,serta pemeriksaan awal oleh Bidan didampingi anggota Polsek bahwa korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban.

Kemudian dikuatkan keterangan periksaan ulang oleh Dokter bersama tim medis Puskesmas Lembak, di seluruh tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, korban tersebut murni meninggal dunia akibat keracunan.

” Korban telah kita periksa dan tidak ada tanda kekerasan ditubuh korban dan di duga kuat dugaan korban mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri dengan meminum racun,”urainya.

Sementara itu, menurut keterangan para saksi-saksi dan keluarga korban tersebut, tambahnya Widhi, korban tinggal di rumah bersama anaknya yang berusia 4 tahun serta dari keterangan saksi pada saat itu, anak korban pertama kali melihat peristiwa tersebut.

“Pertama kali menemukan korban tewas anaknya yang masih berusia empat tahun. Dimana ia mengungkapkan pada para saksi bahwa mulut ibunya berbusa, sontak saja saksi dan keluarga korban, beserta anak korban langsung ke rumah melihat keadaan korban yang sudah dalam keadaan tertidur di ruang tamu dan sudah dalam keadaan meninggal,”jelasnya.

Atas peristiwa tersebut, tambahnya kembali pihak keluarga korban telah menerima kepergian korban.

“Pihak keluarga korban sudah pasrah dan ikhlas atas musibah peristiwa tersebut serta siap membuat surat peryataan tidak dilakukan autopsi dan proses hukum,”pungkasnya. (Derri)


Komentar