oleh

Pemuda Asal Jombang, Sang Hafiz Al Qur’an Menjadi Imam Masjid di UEA

JATIM — Berdakwah sembari belajar di luar negeri tentu saja menjadi idaman banyak orang. Apalagi difasilitasi penuh negara kaya seperti Uni Emirat Arab (UEA). Kesempatan emas yang datang akhir 2020 itu tak disia-siakan Sunarto (31).

Warga Dusun Kedaton, Desa Bulurejo, Diwek, Jombang, ini bersaing dengan 300 lebih penghafal Al Qur’an (Hafiz) dari berbagai penjuru tanah air untuk mendapatkan tiket ke UEA. Dua kali ujian di Kemayoran, Jakarta Pusat, harus dilalui untuk menjadi imam di negara kaya minyak tersebut


Yakni ujian tahap pertama melibatkan juri yang ditunjuk Kemenag pada 2-4 Desember 2020. Tes kedua dinilai 5 syekh atau ulama besar dari UEA pada 3-5 Maret 2021.

“Tesnya meliputi hafalan Al Qur’an, Fiqih ibadah dan Bahasa Arab,” kata Sunarto, Rabu (12/5/2021) dikutip melalui detikcom.

Mimpi Sunarto untuk berdakwah dan belajar di luar negeri akhirnya menjadi kenyataan. Hafiz jebolan MTs dan MA Madrasatul Quran (MQ) Tebuireng, Jombang ini terpilih menjadi 1 dari 27 hafiz yang akan diterbangkan UEA Juni nanti. Sesuai surat dari Kedutaan Besar RI untuk UEA di Abu Dhabi nomor B-00166/Abu Dhabi/210414 tanggal 14 April 2021 tentang Hasil Seleksi Imam Asal Indonesia.

“Saya bersyukur bisa menjadi imam masjid di UEA. Saya ingin membanggakan orang tua,” terangnya.

Bapak anak satu ini akan menjadi imam masjid untuk salat lima waktu dan khotbah Jumat di UEA setidaknya selama tiga tahun. Namun, suami Ittaqi Tafuzi (29) ini belum mengetahui masjid yang bakal menjadi tempatnya bertugas nanti. Bisa saja dia ditempatkan di Abu Dhabi, Ajman, Dubai, Fujairah, Ras al-Khaimah, Sharjah, atau Umm al-Qaiwain.

“Bumi Allah SWT ini luas. Saya ingin bisa merasakannya. Sehingga saya bisa menambah pengalaman, mengasah Bahasa Arab dan mudah-mudahan saya bisa sekolah lagi di sana,” jelas Sunarto.

Rencananya, Sunarto dan 26 hafiz yang terpilih menjadi imam masjid di UEA akan diterbangkan Juni nanti. Berbagai persiapan pun dia lakukan. Mulai dari belanja jubah hingga mengumpulkan berbagai dokumen ke kemenag.

“Tinggal menunggu arahan Kemenag untuk membuat Visa, paspor sudah ada,” ungkapnya.

Tak ingin jauh dari keluarga, Sunarto berencana mengajak anak dan istrinya untuk tinggal di UEA. Karena pemerintah negara kaya minyak itu sudah menyiapkan tempat tinggal, layanan kesehatan dan pendidikan untuk anaknya.

“Rencana Juni itu diberangkatkan semua 27 orang. Kalau sudah 4 bulan magang dan ditempatkan di masjid yang tetap, baru boleh menjemput keluarga,”pungkasnya. (Dtc.)


Komentar