oleh

Awal April Harga Karet Sumsel Kembali Turun Capai Rp 1.340 per Kilogram

PALEMBANG Dalam sepekan ini harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen mengalami penurunan.

“Indikasi harga karet hari ini turun Rp 1.340 per kg dibandingkan indikasi karet hari Rabu 31 Maret untuk KKK 100 persen,” kata Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Rudi Arpian MSi, Kamis (1/4/2021).


Dari data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada 31 Maret 2021 Rp 21.554 per kg.

Sementara harga karet di hari Kamis (1/4/2021) kemarin untuk KKK 100 persennya di harga Rp 21.678 per kg, artinya ada penurunan Rp 137 per kg dibandingkan harga hari Senin.

Lalu untuk KKK 70 persen diharga 14.150 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 12.128 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 10.107 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 8.086 per kg.

Diterangkam Rudi, penurunan terjadi karena sentimen pasar masih negatif yang disebabkan beberapa hal seperti meningkatnya kasus Covid-19 dan banyaknya negara yang lockdown di Eropa masih membayangi pertumbuhan ekonomi di negara ini.

Lalu akibat dari melemahnya perkiraan pertumbuhan global mempengaruhi penurunan harga minyak mentah (minyak mentah Brent saat ini diperdagangkan USD 62 per barrel dan menurun disbanding minggu pertama Maret yang mencapai USD 71).

Kemudian melemahnya pasar Shanghai juga diikuti dengan turunnya harga kontrak bulan Juni 2021 di bursa SICOM, yang turun 3.7 USD mencapai 170,6 per 100 kg pada pukul 9.20 pagi ini.

“Sentimen negatif tersebut masih tertahan dengan adanya musim gugur normal dan penyakit gugur daun yang masih membayangi sebagian negara produsen karet termasuk Indonesia,” katanya.

Menurutnya, penyakit gugur daun ini menyerang tanaman karet yang produktif dan bisa mengakibatkan penurunan produksi 50 – 70 persen, bahkan bisa menyebabkan kematian batang karet.


Komentar