Home / Smart News/ Tanamkan Nilai Akhlak Mulia, Lapas Muara Enim Gelar Zikir, Tahlil, dan Kajian Birul Walidain bagi Warga Binaan

Tanamkan Nilai Akhlak Mulia, Lapas Muara Enim Gelar Zikir, Tahlil, dan Kajian Birul Walidain bagi Warga Binaan

Smartizen – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Enim terus menunjukkan komitmennya dalam membina kepribadian dan moral warga binaan melalui […]

Editor: Andreas Eko Prakoso
29 January 2026
03:12 WIB

Smartizen – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Enim terus menunjukkan komitmennya dalam membina kepribadian dan moral warga binaan melalui program pembinaan kerohanian yang berkelanjutan. Salah satu wujud nyata dari upaya tersebut adalah pelaksanaan kegiatan zikir dan tahlil yang dirangkai dengan penyampaian materi Fiqih Islam bertema Birul Walidain (berbakti dan memuliakan kedua orang tua), yang digelar di Masjid Lapas Muara Enim, Rabu (28/01/2026).

Kegiatan keagamaan ini diikuti oleh warga binaan Muslim dengan penuh kekhusyukan. Rangkaian acara diawali dengan zikir dan tahlil bersama, menciptakan suasana religius dan reflektif, kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang mengupas secara mendalam makna serta urgensi birul walidainsebagai fondasi utama pembentukan akhlak mulia.

Dalam materi Fiqih Islam yang disampaikan, ditegaskan bahwa berbakti kepada kedua orang tua merupakan kewajiban besar seorang anak setelah ketaatan kepada Allah SWT. Nilai tersebut tidak hanya menjadi ajaran normatif dalam Islam, tetapi juga berperan penting dalam membentuk karakter pribadi yang rendah hati, bertanggung jawab, dan penuh empati. Berbakti kepada orang tua juga diyakini sebagai salah satu jalan utama untuk meraih keberkahan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.

Kepala Lapas Kelas IIB Muara Enim, Auliya Zulfahmi, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian memiliki posisi strategis dalam sistem pemasyarakatan. Menurutnya, pembinaan ini tidak sekadar rutinitas keagamaan, tetapi merupakan sarana efektif untuk menumbuhkan kesadaran spiritual dan memperbaiki perilaku warga binaan secara menyeluruh.

“Melalui kegiatan pembinaan kerohanian seperti ini, kami berharap warga binaan dapat membentuk pribadi yang lebih beriman, berakhlak mulia, dan memiliki bekal moral yang kuat. Dengan demikian, saat mereka kembali ke tengah masyarakat, mereka siap menjadi individu yang lebih baik dan bermanfaat,” ujar Auliya Zulfahmi.

Kegiatan ini sekaligus mencerminkan peran Lapas sebagai institusi pembinaan, bukan semata-mata tempat menjalani pidana, melainkan ruang pembelajaran dan perbaikan diri. Dengan pendekatan spiritual dan nilai-nilai kemanusiaan, Lapas Muara Enim berupaya membangun kepercayaan publik bahwa proses pemasyarakatan mampu melahirkan perubahan positif bagi warga binaan dan masyarakat luas.(aep)