oleh

Seorang Ayah yang Tega Cabuli 5 Anaknya, Akhirnya Meninggal Ditahanan

SUMUT — Seorang ayah yang harusnya menjadi panutan bagi anak-anaknya ini malah tega mencabuli lima anak kandung di Sumatera Utara. Namun hukum dunia belum sempat ia jalani, tuhan telah berkata lain terhadap ayah bejat ini hinga dikabarkan ia telah meninggal dunia. Diketahui ayah yang tidak bermoral itu berinisial S (38), ia meninggal dalam status tahanan.

Diketahui sebelumnya informasi mengenai penangkapan S ini awalnya disampaikan Kanit PPA Polrestabes Medan AKP Madianta Ginting pada Jumat (19/2/2021) lalu. S diduga mencabuli lima anak kandungnya yang berkisar 14 tahun, 13 tahun, 10 tahun, 7 tahun, dan 4 tahun.


“Diduga tersangka ini melakukan pencabulan terhadap lima orang anak kandungnya sehingga di bulan Februari kemarin kita lakukan penangkapan,”ungkapnya, Sabtu (27/3/2021) dilansir melalui detikcom.

Menurut keterangan para korban, peristiwa pencabulan terjadi sejak Oktober 2020. Saat itu, istrinya sudah tidak bersama pelaku lagi. Istrinya tinggal di tempat keluarganya.

Sementara itu, kelima anaknya itu tinggal bersama tersangka di rumah. Tersangka S berpisah dengan istrinya karena masalah rumah tangga.

“Jadi istrinya pergi meninggalkan rumah karena bertengkar dengan pelaku. Hingga istrinya tinggal di tempat keluarganya. Untuk berpisah sementara dengan suaminya, sehingga korban ini tinggal di rumah bersama si pelaku,”bebernya.

Dilanjutkan, Madianta pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Sumut untuk melakukan trauma healing terhadap kelima korban.

Sementara pelaku ini atas perbuatannya akan dijerat Pasal 82 ayat 1 dan 2 juncto Pasal 76 E UU No 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No 23 Tahun 2012 tentang Perlindungan Anak.

Lalu UU No 1 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU dengan ancaman pidana 15 tahun penjara dan ditambah sepertiga karena dilakukan oleh ayah kandungnya.

Belakangan ini dikabarkan, tersangkas S meninggal dunia. Tersangka meninggal di rumah sakit Bhayangkara Medan setelah dibawa dari sel tahanan karena mengalami sakit.

“Iya benar tersangka kita bawa di RS Bhayangkara Medan dan telah meninggal dunia pada Rabu tanggal 24 Maret 2021 kemarin dikarenakan sakit,”pungkasnya.


Komentar