oleh

Penyerangan Polsek Ciracas Oleh Oknum TNI Mulai Terlacak

JAKARTA Jejak penyerangan oknum TNI di Polsek Ciracas dan sekitarnya sudah terlacak. Penyelidikan yang dilakukan mengungkap soal rute perjalanan para oknum hingga motif penyerangan yang dilakukan.

Sabtu (29/8) dini hari, perjalanan rombongan oknum TNI bermula dari kawasan Arundina, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur (Jaktim). Arundina jadi titik kumpul sekitar 100 orang oknum TNI yang terlibat dalam penyerangan di kawasan timur Jakarta ini.


Arundina juga diketahui jadi lokasi Prada Muhammad Ilham mengalami kecelakaan tunggal pada Kamis (27/8). Insiden itu kemudian tertutup isu bahwa Prada Ilham dikeroyok di lokasi tersebut. Isu inilah yang kemudian memicu perusakan pada Sabtu (29/8).

Berdasarkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, rombongan oknum TNI ini berkumpul sekitar pukul 01.00 WIB di Arundina. Di lokasi tersebut mereka melakukan perusakan.

“Awal pergerakan itu dari Arundina. Arundina itu lokasi jatuhnya si Prada MI. Di lokasi Arundina. Mereka berkumpul, ini berdasarkan, jadi mereka sudah merusak. Dari hasil rusak laporan itu, sejumlah 41, ada pelapor nomor 25, nomor 26, 27 ini di Arundina melaporkan kerusakan,” kata Komandan Polisi Militer (Danpom) Kodam Jaya Kolonel CPM Andrey Swatika Yogaswara dalam jumpa pers di Puspomad, Jakarta Pusat, Jum’at (4/9/2020) dilansir melalui detik.com.

Kemudian rombongan pelaku melakukan perjalanan di menuju Ciracas via Jalan Raya Bogor. Dia mengungkapkan, di perjalanan itu, para pelaku pun melakukan perusakan di Polsek Pasar Rebo sekitar pukul 01.13 WIB.

“Terus jalan terus bapak, ada pelapor nomor 2, dan 01 itu di 01.13,” ujar Andrey.

Rombongan oknum TNI terus bergerak hingga tiba di Polsek Ciracas sekitar pukul 02.15 WIB. Andrey menerangkan, selama perjalanan oknum tersebut melakukan perusakan maupun penganiayaan terhadap anggota polisi dan warga sipil yang tak sengaja bertemu mereka.

“Yang sampaikan tadi, oleh rekan-rekan sekalian kenapa kejadian kok sama polisi, polisi. Tidak! Ini korbannya masyarakat sipil semua. Ini yang terakhir kami terima itu jam 20.00 tadi malem, pelipis di sini sobek, tertusuk kaca, dipukul oleh besi, tembus kaca, sampai sekarang masih dirawat. Dan itu nanti akan kami tindak lanjuti dengan Bapak Pangdam, juga rekan-rekan lainnya di posko, kami sampaikan ke satuan atas. Begitu juga ada bapak-bapak yang baru pulang dari bekerja, kemudian dikeluarkan dari mobilnya dipukuli. Kemudian ada juga anak-anak segala macam,” ungkap Andrey.

Mereka lalu tiba di Polsek Ciracas. Dilaporkan setidaknya ada tiga anggota polisi terluka dalam peristiwa itu. Sejumlah kendaraan dan bangunan di Polsek Ciracas dirusak hingga dibakar oknum TNI tersebut.

Usai merusak Polsek Ciracas, rombongan pelaku bergerak menuju Cafe New Domas dan RM Tapian Nauli di kawasan Cipayung. Momen ini terungkap dari CCTV dan laporan masyarakat yang menjadi korban. Lewat CCTV juga kemudian oknum TNI yang terlibat teridentifikasi.

“Dari situ kami bisa mengidentifikasi beberapa orang. Makanya tadi malam kami naikkan dari 22 tersangka, tambah 7 tersangka. Jadi total 29. Dan ini kemungkinan akan terus bertambah, total yang update pagi ini yang dijelaskan tadi 19 satuan, itu terus akan bertambah, berbagai macam satuan kami panggil apabila terkait dengan rombongan mereka,” sambung Andrey.

Andrey mengungkapkan, rombongan pelaku kemudian berpisah di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Setelah itu rombongan pelaku mulai terpisah namun tetap melakukan perusakan.

“Kemudian terakhir mereka pisah setelah dari Taman Mini ini terakhir ada dari jam 02.00, 02.50 mereka mulai mencar-mencar dan merusak. Mungkin gerobak-gerobak yang ketemu di jalan, tanpa sebab,” kata Andrey.

Motif Penyerangan Polsek Ciracas

Komandan Puspom TNI AD (Danpuspomad) Letjen Dodik Widjanarko mengungkapkan motif penyerangan sekitar 100 oknum TNI ke Polsek Ciracas. Penyerangan berawal dari kabar bohong yang dikirim Prada Ilham kepada 27 rekannya hingga menyulut emosi. Bukan kecelakaan tunggal, Prada Ilham mengaku jadi korban pengeroyokan.

“Motif perbuatan para tersangka sebagai berikut: Pertama, melakukan tindakan balasan terhadap pengeroyokan yang dilakukan terhadap Prada MI meskipun kenyataannya dari hasil penyelidikan Prada MI menyampaikan berita bohong,” ujar Letjen Dodik dalam konferensi pers di Markas Puspom TNI AD, Kamis (3/9).

Menurut Dodik, rekan-rekan Prada MI tidak puas atas keterangan Polsek Ciracas bahwa Prada Ilham mengalami kecelakaan tunggal. Oleh karena itu, mereka melakukan penyerangan sebagai bentuk kemarahan.

Selain itu, para oknum TNI melakukan penyerangan sebagai bentuk setia kawan terhadap Prada MI. “Tiga, jiwa korsa terhadap Prada MI. Keempat melampiaskan karena sudah terprovokasi oleh berita bohong yang berkembang di antara mereka,” sebut Dodik.

Dalam penyelidikan kasus ini, Puspomad total sudah memeriksa 51 oknum prajurit dari 19 satuan TNI AD. Informasi terakhir yang ditemukan, ada 8 oknum anggota TNI Angkatan Udara (AU) dan Angkatan Laut (AL) di sekitar lokasi kejadian. Keterlibatan 8 oknum anggota TNI AU dan TNI AL ini masih didalami.

“Komposisinya gimana, berapa dari darat, berapa dari laut, kemarin data yang masuk ada 1 orang dari oknum prajurit (TNI) Angkatan Udara, dan 7 orang dari oknum prajurit TNI Angkatan Laut,” kata Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) Mayjen TNI Eddy Rate Muis saat konferensi pers di lokasi yang sama.

Pada peristiwa ini, TNI menetapkan 29 orang tersangka yang semuanya adalah prajurit TNI AD dari berbagai satuan terkait kasus perusakan Polsek Ciracas. Mereka dijerat Pasal 170 KUHP dan Pasal 406 KUHP. Mereka juga langsung ditahan.

Dilaporkan ada 16 orang sipil yang jadi korban penganiayaan. Selain itu, ada 90 orang yang tercatat akan diberikan hak ganti rugi.

“Tentang jumlah pengaduan, korban penganiayaan sampai saat ini ada 16 orang, kemudian kerusakan materiil 83 unit,” kata Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman dalam konferensi pers di waktu yang sama.

“Dari yang sudah dibayar ada 79 orang. Ini totalnya sekitar Rp 305.786.000. Yang belum terbayar ini ada 11 orang sekitar Rp 82.000.000,” tambahnya.

 


Komentar