oleh

Miliki Sabu, IRT Asal Empat Lawang Ditangkap Polisi di Kontrakan Tanah Abang Muara Enim

MUARA ENIM Jajaran satuan (Sat Res) narkoba Polres Muara Enim berhasil mengamankan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Dewi Sartika (37) warga Lintang, Kabupaten Empat Lawang.

Diketahui, pelaku diamankan oleh Sat Res Narkoba Polres Muara Enim dikarenakan sering melakukan transaksi Narkoba dan ditemukan 39 (tiga puluh sembilan) paket diduga narkotika jenis sabu.


“Pelaku kita amankan di dalam kontrakannya yang ada Tanah Abang, Kelelurahan Pasar III, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim pada hari Kamis tanggal 18 Februari 2021 sekira pukul 11.00 Wib,” ungkap Kapolres Muara Enim AKBP Danny Sianipar S.I.K melalui Kasat Res Narkoba Polres Muara Enim IPTU Rahmad Aji Prabowo S Ik M Si, Sabtu (20/2/2021) melalui siaran persnya.

Dijelaskan, Rahmad sebelum penangkapan terhadap pelaku, pihaknya sebelumnya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di dalam kontrakan pelaku sering terjadi transaksi Narkoba.

“Kita mendapatkan laporan dari warga bahwa kontrakan pelaku ini sering digunakan sebagai tempat transaksi narkoba. Lalu kita melakukan penyelidikan dan mencari alamat kontrakan yang dimaksud. Sekira Pukul 11.00 wib pada hari Kamis tanggal 18 Februari 2021, kita berhasil menemukan lokasi dimaksud dan langsung melakukan penangkapan,”terangnya.

Dilanjutkan Rahman di TKP pihaknya berhasil mengamankan pelaku serta barang bukti narkoba jenis sabu.

“Ketika dilakukan penangkapan kita berhasil mengamankan tersangka dan dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa 39 (tiga Puluh Sembilan) paket narkotika jenis sabu dengan berat bruto 16,00 gram dalam dompet kecil warna putih dan 1 (satu) unit Hp merk Nokia warna hitam model TA-1017 beserta SIM card nya di tangan Pelaku,”bebernya.

Atas penemuan itu pihaknya langsung membawa pelaku dan Barang bukti ke Satres Narkoba Muara Enim.

“Kemudian Pelaku serta barang bukti telah kita bawa ke Satuan Reserse Narkoba Polres Muara Enim untuk dimintai keterangan lebih lanjut,”pungkasnya.

 

Laporan : Deri Zulian


Komentar