oleh

Mantan Kades Ini Ditetapkan Tersangka Kasus Sertifikat Tanah Prona

OKUT — Kejaksaan Negeri (Kejari) OKU Timur resmi menetapkan mantan Kepala Desa Tanjung Bulan Kecamatan Buay Madang Timur (BMT) berinisial AT sebagai tersangka dugaan kasus pungutan liar (Pungli) dalam pembuatan sertifikat tanah masyarakat melalui Kementrian Agraria dan Tata Ruang dan BPN.

Hal tersebut ditegaskan Kajari OKU Timur melalui Kasi Pidsus saat menggelar konferensi pers, Kamis (15/04/2021) di kantor Kejaksaan Negeri OKU Timur.


Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) OKU Timur, Dr Akmal Kodrat SH MHum melalui Kasi Pidsus, Aci Jaya Saputra SH mengatakan, penyidikan terhadap dugaan kasus pungli pembuatan sertifikat tanah warga ini telah dilakukan berdasarkan surat Nomor 01/L.6.21/Fd.1/01/22021 tanggal 6 Januari 2021.

“Untuk dugaan pungli ini terjadi di Desa Tanjung Bulan Kecamatan Buay Madang Timur atas kasus pembuatan sertifikat tanah warga tahun 2016/2017. Tahun 2016 sebanyak 247 sertifikat dan tahun 2017 sebanyak 64 sertifikat,” jelasnya.

Dalam pembuatan sertifikat tanah tersebut, lanjut Aci, seharusnya tanpa biaya atau gratis tapi dalam prakteknya warga diwajibkan membayar Rp.1,5 juta per sertifikat.

“Pembuatan sertifikat tanah ini gratis atau kalaupun ada biaya msertifikat.200 ribu, namun di lapangan warga diminta untuk membayar Rp.1,5 juta,” tegas Aci.

Adapun tersangka akan dikenakan Pasal 11 dan 12e UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara.

“Saat ini tersangka kami titipkan sementara di ruang tahanan Mapolres OKU Timur karena kita belum ada ruang tahanan. Tersangka ini melakukan penyalahgunaan kewenangan. Sementara terus kita lidik dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain”, pungkasnya.


Komentar