oleh

Mama Muda di Palembang, Digerebek Polisi Saat di Rumah

PALEMBANGSeorang mama muda menjadi pengecer narkotika di pesisir Sungai Musi kawasan Pasar Kuto Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Ilir Timur III, Rahayu (31) ditangkap anggota gabungan Unit Gakkum Satpolairud dan Satresnarkoba Polrestabes Palembang.

Mamud ini, digerebek di rumahnya yang ada di Jalan Selamet Riyadi, Lorong Beringin Jaya, Kecamatan Ilir Timur III Palembang, Jumat (10/9), sekitar pukul 13.30 WIB.


Informasi dihimpun dari penggeledahan di rumah pelaku, polisi berhasil menemukan dan mengamankan barang bukti narkoba berupa 1 paket besar sabu seberat 10 gram, 8 paket kecil sabu dengan berat 7,3 gram, 7 butir inek yang disembunyikan dalam dinding kamar tersangka.

Selain itu polisi juga menyita 1 unit timbangan digital, 1 ball plastik klip, 1 pipet plastik, dan 1 unit ponsel.

Diungkapkan, Kasatres Narkoba Polrestabes Palembang, AKBP Andi Supriadi didampingi Kasat Polairud Polrestabes Palembang, Kompol Dedy Ardiansyah mengatakan, penangkapan tersangka pengedar di pingiran Sungai Musi ini berkat adanya informasi dari masyarakat.

“Anggota kita mendapat informasi bahwa sering terjadi transaksi narkoba di pinggiran sungai musi di kawasan Pasar Kuto, Lorong Beringin. Lalu dilakukan penyelidikan hingga berhasil mengetahui identitas pelaku, dan langsung dilakukan penggerebekan di rumahnya,” ungkap Andi, Sabtu (11/09/2021) pada awak media.

Masih ungkap Andi, Saat penggerebekan pelaku berupaya hendak menghilangkan barang bukti sabu dan inek yang ia miliki.

“Pelamu sempat hendak membuang BB, tapi anggota bergerak cepat, dan berhasil menemukan barang bukti tersebut di dalam dinding kamar pelaku,” ujarnya.

Ditegaskan, Andi atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Sementara, tersangka Rahayu mengaku, jika barang haram tersebut didapat dari pasangan suami istri di daerah Boombaru Palembang.

“Barang ini milik Igam dan suaminya. Mereka menitipkan dan minta dijualkan kepada saya. Kalau barangnya sudah habis, baru uangnya disetor kepada mereka,”pungkasnya.

Perum GEMA

Komentar