oleh

Kepala Perpusnas Puji Festival Literasi Sumsel

PALEMBANG Spirit Sumsel dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan mampu bersaing masif dilakukan. Salah satunya melalui Festival Literasi Sumsel 2021 dengan tema menuju Sumsel Cerdas Sumsel Membaca.

Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan, literasi merupakan penyokong dalam mewujudkan Indonesia khususnya Sumsel agar kedepannya dapat lebih maju. Bahkan, literasi tersebut dinilai menjadi salah satu hal yang penting untuk mendorong kesejahteraan masyarakat.


“Literasi merupakan kegiatan yang bermakna. Ini akan menjadi semangat kita dalam mewujudkan masyarakat Sumsel yang cerdas,” kata Herman Deru ketika membuka Festival Literasi Sumsel 2021 di Taman Bukit Siguntang Palembang, Selasa (06/11/2021).

Melalui Festival Literasi tersebut, lanjutnya, Pemprov Sumsel berupaya membangun kesadaran masyarakat terkait peningkatan pengetahuan dan wawasan agar lebih cerdas

“Tujuan literasi ini untuk kesejahteraan masyarakat. Disini kita berupaya membangun agar masyarakat memahami pentingnya literasi. Jika masyarakat cerdas, maka kesejahteraan hidup akan semakin meningkat,” tuturnya.

Lebih lanjut disampaikannya, gerakan literasi tersebut juga tidak hanya akan mensejahterakan masyarakat dengan meningkatnya penghasilan, tapi juga membuat masyarakat lebih cerdas dalam menekan pengeluaran biaya hidup.

“Sejahtera itu bukan hanya meningkatnya pendapatan, tapi juga didorong efisiennya pengeluaran. Cara yang kita lakukan saat ini adalah Sumsel mandiri pangan. Artinya kita akan membuat masyarakat yang sebelumnya hanya sebagai pasar dapat menjadi produsen khususnya pangan,” jelasnya.

Kedati begitu, Herman Deru meminta agar literasi kepada masyarakat dilakukan mulai dari tingkat dasar.

“Dalam meliterasi jangan sewenang-wenang. Kita harus pahami dulu kondisi masyarakat. Lakukan mulai dari tahap dasar sampai ke tinggat atas agar masyarakat benar-benar paham terhadap ilmu yang diberikan,” ujarnya.

Selain membuka Festival Literasi Sumsel 2021, Gubernur Herman Deru juga melantik Duta Literasi Sumsel, serta Bapak dan Bunda Literasi Kabupaten maupun Kota di Sumsel. Duta Literasi Sumsel sendiri saat ini disandang oleh Hj Ratu Tenny Leriva Herman Deru.

Tidak hanya itu, Pemprov Sumsel juga memberikan penghargaan bagi sejumlah pihak yang telah berkontribusi dalam literasi di Sumsel.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan RI Syarif Bando menyebut, Sumsel merupakan Provinsi pertama di Indonesia yang menggelar Festival Literasi. Bahkan, festival tersebut juga dihadiri sejumlah kepala daerah dan dan jajaran pejabat pemerintahan.

“Tentu kegiatan ini sangat saya apresiasi. Gagasan dari pak Gubernur Herman Deru ini menjadi bukti keseriusan Sumsel untuk mencerdaskan masyarakat,” katanya.

Dia menjelaskan, literasi ini sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas SDM.

“SDM memang harus memiliki kemampuan serta inovasi dan kreatifitas sehingga diharapkan nantinya dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi pengangguran. Dengan literasi masif ini hal itu bisa digapai,” sebutnya.

Apalagi, lanjutnya, festival ini juga menampilkan produk lokal hasil pelaku usaha. Hal itu tentunya dapat menjadi cikal bakal kemampuan Indonesia untuk membuat barang dan jasa yang bermutu.

“Ini akan menjadi cikal bakal pelaku usaha lokal untuk memproduksi barang dan jasa menengah atas. Pada literasi tingkat tinggi kita bisa menghasilkan barang dan jasa yang bermutu dan bisa dipakai secara global,” jelasnya.

Menurutnya, upaya tersebut juga selaras dengan keinginan Presiden RI Joko Widodo agar lebih meningkatkan kualitas SDM.

“Meningkatnya kualitas SDM agar bisa menghasilkan barang bermutu sehingga bisa mengurangi minus neraca perdagagan Indonesia. Melalui kegiatan ini, mudah-mudahan ekspor barang-barang kita dapat meningkat,” imbuhnya.

Dia juga meminta agar masyarakat memahami literasi ini.

“Tanpa kecerdasan, kita tidak mungkin dapat bersaing secara global,” terangnya.

Ditempat yang sama, Duta Litersi Sumsel, Hj Ratu Tenny Leriva mengatakan, kedepan pihaknya akan mengembangkan kesetaraan kom

unikasi dan literasi.

“Literasi ini akan menjadi gaya hidup di semua sektor. Pada kesetaaan ini, rekan-rekan disabilitas juga dapat menikmatinya,” katanya.

Dia mengungkapkan, festival tersebut juga dibuat menjadi disability friendly. Sehingga masyarakat disablitas dapat turut serta dalam kegiatan tersebut.

“Kita juga akan menyuarakan untuk kesetaraan komunikasi penyandang disabilitas agar lebih mudah serta memberdayakannya. Tidak hanya itu, kita juga menyiapkan SDM yang berkualitas,” pungkasnya.

Terlihat juga hadir dalam pembukaan festival literasi tersebut, Ketua TP PKK Provinsi Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru, Wakil Ketua TP PKK Sumsel Hj Fauziah Mawardi Yahya, Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati, Anggota DPRD Sumsel M Yaser, Anggota DPRD Sumsel Alferenzi Panggarbesi, Pj Bupati Muara Enim H Nasrun Umar, Bupati OKU Timur H Lanosin, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumsel Hari Widodo, Dirut BSB Achmad Syamsudin, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, serta sejumlah pejabat instansi vertikal maupun Pemprov Sumsel serta Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel.****

Perum GEMA

Komentar