Smartizen – Prestasi tidak lahir secara instan. Di balik setiap capaian, terdapat proses panjang yang ditempa oleh disiplin, kegigihan, serta dukungan keluarga yang berkelanjutan. Ketika nilai-nilai tersebut berjalan seiring, prestasi tidak hanya menjadi hasil akhir, tetapi juga membentuk karakter dan motivasi untuk terus berkembang. Hal inilah yang tercermin dalam perjalanan Anggun Raeesa Rafiah Handoko, siswi berprestasi asal Kabupaten Muara Enim.
Anggun merupakan siswi kelas 10.1 SMAN 1 Unggulan Muara Enim. Ia lahir di Muara Enim pada 10 Oktober 2010 dan kini berusia 15 tahun. Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, Anggun tumbuh dalam lingkungan keluarga yang memberikan ruang dan dukungan penuh terhadap minat serta bakat yang dimilikinya. Kedua orang tuanya, Rio Handoko dan Martini, menjadi pilar utama yang konsisten mendampingi setiap proses perkembangan putrinya.
Bakat Anggun di dunia fashion show mulai terlihat sejak usia 2,5 tahun. Ketertarikan tersebut diasah secara bertahap melalui latihan yang konsisten hingga membuahkan hasil membanggakan. Prestasi terbarunya, Anggun berhasil meraih Juara 1 Lomba Fashion Show Busana Muslim Batik Petule dalam ajang Heni Pertiwi Edison Trophy 2026 yang digelar di Balai Agung Rumah Dinas Bupati Muara Enim, kategori SMA dan umum tingkat kabupaten.
Tak hanya unggul di fashion show, Anggun juga aktif mengembangkan kemampuan public speaking. Ia menekuni berbagai bidang seperti puisi, pidato, reportase, bercerita, serta ceramah atau da’i. Konsistensi latihan membawanya meraih sejumlah prestasi, di antaranya Juara 1 Puisi, Juara 2 Da’i, Juara 1 Reportase, dan Juara 3 Bercerita di tingkat kabupaten hingga provinsi.
Menjalani pendidikan dengan sistem full day school, Anggun dituntut memiliki manajemen waktu yang baik. Sepulang sekolah, ia menyisihkan waktu untuk berlatih catwalk, sementara malam hari dimanfaatkan untuk mengikuti les mata pelajaran. Padatnya aktivitas menjadi tantangan tersendiri, namun kedisiplinan dan komitmen membuatnya mampu menjalani semuanya secara seimbang.
Perjalanan prestasi Anggun juga tidak terlepas dari peran lingkungan sekolah. Dukungan kepala sekolah, para guru, serta pelatih privat di bidang masing-masing turut memperkuat kepercayaan diri dan semangatnya untuk terus berkembang. Setiap prestasi yang diraih menjadi pemicu untuk menetapkan target yang lebih tinggi.
Anggun yang menyukai warna pink, memiliki nomor sepatu 40, serta menaruh minat besar pada pelajaran Bahasa Indonesia, Kimia, dan Biologi, memiliki cita-cita untuk terus menorehkan prestasi hingga tingkat nasional. Ia memandang prestasi bukan sekadar gelar, melainkan proses pembentukan diri.
Melalui perjalanannya, Anggun menyampaikan pesan motivatif bagi generasi seusianya bahwa rasa takut untuk mencoba justru akan menimbulkan penyesalan yang lebih besar dibandingkan kegagalan itu sendiri.
Kisah Anggun Raeesa Rafiah Handoko menjadi bukti bahwa dengan dukungan keluarga, konsistensi, dan kegigihan, seorang pelajar mampu menjadikan prestasi sebagai sarana pengembangan karakter dan kontribusi positif bagi masa depan.(rls)




