oleh

Dituding Melakukan Pembiaran Datangnya Pedagang Lapak Liar, Camat Laki Beri Penjelasan

MUARA ENIM – Beredar pemberitaan di media sosial terhadap kembalinya para pedagang lapak liar buah di pasar Bantingan kota Tanjung Enim, pasca penertiban padagang lapak liar buah tersebut oleh Pemerintah Kecamatan Lawang Kidul (Laki) bersama Tim Kowis dan Satuan Pol PP Pemkab Muara Enim serta unsur Tripika Kecamatan Lawang Kidul.

Camat Lawang Kidul Andrille Martin SE beri penjelasan terhadap kembali munculnya para pedagang lapak liar buah di pasar Bantingan Tanjung Enim, Kecamatan Laki, Kabupaten Muara Enim. Selasa, (26/1/2021).


Andrille Martin menjelaskan, pihaknya kecamatan Laki bersama Tim Kowis Tanjung Enim tidak benar melakukan adanya pembiaran terhadap munculnya pedagang liar buah di pasar Bantingan Tanjung Enim.

” Kita sudah secara tegas menghimbau kepada masyarakat khususnya para pedagang di pasar bantingan Tanjung Enim yang hendak berdagang, agar tidak berdagang/berjualan di bahu badan jalan pasar bantingan,

selain hal tersebut dapat mengganggu lalu lalang aktivitas kendaraan, juga akan merusak estetika pemandangan di pasar Tanjung Enim menuju kota wisata, ” Ujarnya Andri Martin kepada awak media ini.

Andri menuturkan, Tanjung Enim merupakan sala satu cikal bakal akan menjadi kota wisata yang ada di kabupaten Muara Enim, Ia juga meminta kerjasamanya kepada masyarakat untuk menjaga ke indahan, kebersihan serta ketertiban pasar Tanjung Enim.

” Apa lagi lokasi di pasar bantingan tersebut akan dibangun Plaza Saringan oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang saat ini sedang proses tender pemilihan pelaksana pekerjaan, dari itu mari kita sama sama jaga kota Tanjung Enim mewujudkannya sebagai kota wisata, ” Bebernya.

Lebih jauh Andri menegaskan, Ia akan menindak tegas kembali apa bila ada pedagang masi membandel berjualan membuat kesemrawutan pasar Tanjung Enim sesuai aturan Perda kabupaten Muara Enim yang berlaku.

” Pasti akan kita tindak tegas, apa bila masi ada pedagang yang masi membandel berjualan, di tempat tempat yang di larang,
Dari itu mari kita sama-sama, kita jaga kota Tanjung Enim ini, kitta jaga kebersihannya, ketertibanya dan kerapian pasar kita ini, supaya cita cita itu Tanjung Enim sebagai kota wisata dapat segera kita terwujud, ” Pungkasnya. (RI)


Laporan:Deri Zulian


Komentar