oleh

Dicerai Istri, Dokter ini Sebar Foto dan Video Syur-nya Bersama WIL di Medsos

JABAR — Entah apa yang ada dibenak seorang dokter di Bandung Jawa Barat ini sampai nekat menyebarkan foto dan video hubungan dengan kekasih gelapnya ke media sosial. Ia menyebarluaskan aib pribadinya itu karena didasari sakit hati diceraikan istri akibat ketahuan selingkuh.

Diungkapkan, dalam sidang dakwaan dengan terdakwa dokter berinisial G (30) di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung pada Kamis (25/3/2021). Dia didakwa melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) usai menyebar konten asusila.


“Terdakwa dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat diaksesnya Informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan,” ujar Jaksa Kejaksaan Negeri Kota Bandung Hayomi Saputra dilansir melalui detikcom.

Diketahui, kasus tersebut bermula saat G menjalin hubungan gelap dengan perempuan berinisial SM. Selama menjalin hubungan tahun lalu, G kerap mendokumentasikan hubungannya melalui ponsel dia.

Dilanjutkannya, G kemudian memindahkan video dan foto hubungan gelapnya ke ponselnya yang lain dengan membeli kartu perdana yang baru. Akan tetapi, hubungan keduanya kepergok istri dari G berinisial S.

“Sehingga menyebabkan terdakwa diceraikan oleh istrinya,” kata Jaksa.

Kemudian diungkapnya, seusai diceraikan istrinya gegara ketahuan selingkuh, G merasa sakit hati dan tak terima, ia lantas menyebarkan video dan foto hubungan gelapnya ke teman-teman SM kekasih gelapnya. Bahkan suami SM pun tak luput dari sebaran video dan foto hubungan G dan SM.

Selanjutnya Haiyomi mengatakan, SM merespons dengan menanyakan langsung alasan G menyebarkan itu. Namun, G tak kunjung membalas. G justru mengunggah foto dan video hubungan gelapnya itu ke status WhatsApp-nya.

“Yang mana status itu berkonten gambar asusila yaitu hubungan gelap saksi (SM) dengan terdakwa,” kata Jaksa.

SM pun melaporkan perbuatan G ke Polda Jabar. G kemudian diamankan dan diproses oleh kepolisian. Selama diproses di Kepolisian, G tak ditahan. Namun saat dilimpahkan ke kejaksaan dalam rangka proses penuntutan, dia ditahan sejak 8 Maret 2021.

Atas perbuatannya itu, G didakwa Pasal 27 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2006 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.


Komentar