oleh

25 Kg Sabu Asal Aceh, Gagal Beredar di Sumsel

PALEMBANG Sebanyak 25 Kilogram Narkoba jenis Sabu, berhasil di gagalkan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), yang rencananya akan di edarkan di kota Lubuk Linggau.

Dengan di gagalkannya edaran Narkoba tersebut, Polda Sumsel telah menyelamatkan 125 ribu anak muda di Sumsel.


Hal itu terungkap, saat gelar press release, di Polda Sumsel, pada Kamis (11/2/2021), hasil ungkap kasus dari jajaran kepolisian Ditres Narkoba Polda Sumsel.

Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Rudi Setiawan, yang memimpin langsung gelar tersebut, di dampingi Kabid Humas, Kombes Pol Supriadi, dan Direktur Ditresnarkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Heri Istu Hariono, menuturkan ini merupakan ungkap kasus dengan barang bukti terbesar di sepanjang tahun 2020 hingga 2021 ini.

“Kita memberikan apresiasi kepada anggota Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Sumsel, berhasil mengungkap kasus ini dan berhasil menyelamatkan generasi muda dari jeratan barang haram ini,” jelas Brigjen Pol Rudi Setiawan.

Sementara itu ditempat yang sama, Direktur Ditresnarkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Heri Istu Hariono, mengatakan bahwa penangkapan pelaku berawal dari informasi masyarakat adanya barang turun dari Aceh ke Palembang melalui jalur darat lintas Sumatera.

“Selama dua pekan kita melakukan pemantauan terhadap pelaku Taufik alias Opik (47) sehingga pada 10 Februari 2021 sekitar pukul 16.00 WIB, kita berhasil menangkap pelaku di pinggir jalan dekat simpang jalan lintas Kelurahan Balai Agung Kecamatan Muba,” bebernya.

Dari tangan pelaku, lanjut Kombes Pol Heri Istu Hariono, diamankan 25 Kg Sabu bertuliskan Chinese Guanyinwang dan satu unit mobil Mitsubishi Pajero Sport nopol BG 1527 P. “Pelaku ini diduga merupakan seorang bandar dari Pali dan hendak mengantarkan barang Narkoba itu dari Aceh hendak ke Linggau. Pelaku kita ancam dengan pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009,” tegasnya.

Sedangkan pelaku Opik, mengaku bahwa ia di upah sebesar Rp 15 juta, untuk mengantarkan barang dari Aceh ke daerah Lubuklinggau. “Saya baru satu kali ini mengantarkan barang ini ke Linggau. Barangnya saya simpan di dalam kardus, dan saya letakkan di kursi belakang mobil saya,” pungkasnya.


Komentar