oleh

Meningkatkan Aktifitas Pembelajaran Peserta Didik di Masa Pandemi Covid-19 Melalui Whatshapp dan
Google suite

BIODATA SINGKAT PENULIS

Nama : Drs. Firmansyah, M.Si Tpt/T. T. TGL : Lubuk Linggau, 2-10-1967
Jabatan : Kepala SMAN 1 Gng Megang


Penyebaran penyakit Covid-19 (Pandemi) yang terjadi di dunia, termasuk di Indonesia telah memberikan dampak yang beragam terhadap kegiatan belajar mengajar yang terjadi di lembaga pendidikan mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai dengan Sekolah Menengah. Dengan adanya pandemi Covid-19 yang sudah lebih dari 1 tahun ini, mendorong pihak sekolah atas petunjuk dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan pembinaan dari stakeholder yang relevan. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dilakukan berbagai terobosan dan penyesuaian dalam pelaksanaannya.

Adapun kegiatannya adalah melakukan pembelajaran dalam Jaringan yang dikenal dengan DARING atau secara Online dengan menggunakan jaringan internet. Pembelajaran Online atau daring ini dapat dilaksanakan di rumah atau tempat-tempat tertentu yang disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing. Pembelajaran secara daring ini dapat dilaksanakan dengan menggunakan google suite, zoom, whatsApp, telepon atau live chat dan yang lainnya.

Kebijakan pembelajaran di rumah ini, yang lebih dikenal dengan singkatan BDR, dilaksanakan secara nasional di seluruh Indonesia. Untuk itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah memberikan bantuan paket data baik secara langsung atau melalui alokasi dana dari BOS. Dan juga Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan juga mengizinkan untuk mengalokasikan dana dari PSG untuk memberikan bantuan paket data internet tersebut, dan juga telah merekomendasikan kepada pihak sekolah untuk melaksanakan pembelajaran secara online atau daring.

Pelaksanaan pembelajaran secara online atau daring di masa Pandemi Covid-19 ini dibeberapa sekolah di Sumatera Selatan termasuk di SMA Negeri 1 Gunung Megang Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan, yaitu dilaksanakan melalui aplikasi WhatsApp dan Google Suite.

Adapun tujuannya adalah untuk memberikan layanan yang simple, mudah dan terprogram serta mudah di akses oleh peserta didik dan orang tua/wali murid. Sehingga peserta didik diharapkan tetap antusias dan menaruh minat yang tinggi untuk belajar.

Walaupun tidak melaksanakan pembelajaran tersebut di sekolah. Dan juga manfaat dari pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan aplikasi WhatsApp dan Google Suite adalah agar guru tetap dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar dan pelayanan pendidikan lainnya di masa pandemi Covid-19 ini. Sedangkan bagi siswa tetap bisa belajar di rumah atau tempat-tempat lainnya dengan aman dengan bantuan stakeholder lainnya di luar lingkungan sekolah.

Aplikasi WhatsApp adalah aplikasi pesan berbasis catatan buat smartphone dengan basic android dan sangat akrab dengan kehidupan manusia di zaman modern ini, tanpa terkecuali bagi peserta didik dan orang tua peserta didik/wali murid.

Sedangkan aplikasi Google Suite merupakan aplikasi dimana guru dapat membuat kelas secara online, bisa mengatur seluruh dokumen yang diperlukan peserta didik dalam pembelajaran secara maya dan terintegrasi. Yaitu dapat mengajak siswa berinteraksi dalam kelas, memberikan materi pembelajaran yang relevan baik secara file paparan ataupun video, memberikan tugas pembelajaran, jadwal pengumpulan tugas, penilaian dan lain-lain.

Pelaksanaan Google Suite di lembaga pendidikan meliputi beberapa tahapan. Tahap awal adalah melalui pelatihan baik itu workshop, diklat dan pelatihannya lainnya dengan mengundang nara sumber dari pihak yang berkompeten dan bersertifikat. Selanjutnya guru menyiapkan Rencana Program Pembelajaran (RPP) untuk melaksanakan pembelajaran secara online sesuai dengan tingkatan kelasnya masing-masing, menyiapkan bahan ajar dan penugasan yang kemudian diunggah di aplikasi Google Suite.

Kemudian siswa mempelajari materi pembelajaran dan mengerjakan tugas-tugas tersebut. Dan selanjutnya siswa mengunggah tugas yang sudah dikerjakan tersebut melalui media aplikasi google suite. Guru dalam hal ini dapat memantau proses pembelajaran secara online.

Guru juga dapat membuka tahapan forum interaksi dengan siswa melalui fasilitas yang ada di google suite tersebut. Dan apabila siswa atau orang tua/wali murid tidak dapat masuk ke dalam aplikasi google suite, dapat menggunakan aplikasi whatsApp sebagai saran penunjang komunikasi dalam pembelajaran.

Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh virus Corona ini, telah menyebar keseluruh dunia dengan memunculkan varian-varian baru. Sehingga mau tidak mau harus diciptakan metode pembelajaran baru yang tentu saja berbeda dengan zaman sebelum pandemi Covid-19.

Dimana diharapkan dengan pola atau metode pembelajaran baru ini akan tetap dapat melaksanakan proses pembelajaran yang berkualitas atau bermutu serta tetap sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

Adapun alternatif metode pembelajaran tersebut dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi whatsApp dan google suite. Tentu saja dalam hal ini seluruh stakeholder yang terlibat harus benar-benar memahami cara penggunaan aplikasi whatsApp dan google suite ini. Untuk itu yang paling utama adalah agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik guru harus bersikap lebih bertanggung jawab dalam kewajibannya melaksanakan tugas pembelajaran meski itu dilaksanakan secara online/daring.

Dalam pelaksanaan pembelajaran secara daring atau online dengan whatsApp dan google suite ini tentu saja ada kendala-kendalanya.

Diantaranya siswa tidak mempunyai handphone sendiri, jaringan internet yang tidak baik atau tidak ada akses internet sama sekali, dan tidak ada biaya untuk membeli paket data. Sehingga solusi untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan cara belajar berkelompok dalam kelompok terbatas, diberi waktu yang lebih panjang untuk mengerjakannya, misalnya bertanya dengan temannya yang mengikuti dan dapat mengerjakan tugas di malam hari.

Bisa juga datang ke suatu tempat yang di tunjuk yang ada fasilitas wifi nya, atau menemui guru secara terdata dan terukur untuk meminta penjelasan tugas yang akan dikerjakan. Sedangkan untuk masalah paket data internet adalah dengan memberikan bantuan melalui dana BOS dan Pendidikan Sekolah Gratis (PSG) atau mengusahakan dana lainnya oleh pihak sekolah dengan menggunakan pihak komite dan perusahaan terdekat dengan pihak sekolah.

Harapan pendemi Covid-19 ini segera berlalu, sehingga kegiatan belajar mengajar akan berjalan secara normal. Karena siswa dan pihak orang tua/wali murid sangat mengharapkan belajar tatap muka. Karena selamanya profesi guru tidak akan tergantikan oleh tekhnologi. Dalam proses belajar mengajar secara tatap muka ada nilai yang bisa di ambil oleh siswa, seperti proses pendewasaan sosial, etika, dan moral yang hanya bisa di dapatkan dengan interaksi sosial di dalam lingkungan pendidikan.

Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka masih dianggap paling ideal, karana poses komunikasi dan sosialisasi akan terjalin secara langsung sehingga informasi dan materi yang diberikan juga akan lebih mudah di cerna dan dipahami siswa. Dengan KBM tatap muka adalah akan ada penekanan pendidikan karakter yang berkaitan dengan keteladanan. Dengan adanya KBM tatap muka akan mempertinggi penerapan nilai-nilai karakter secara optimal.

Akhir-akhir ini KBM daring atau online ini sudah mulai dikeluhkan oleh siswa dan orang tua/wali murid, maupun juga oleh para guru atau tenaga pendidik lainnya. Karena proses pembelajaran yang dilaksanakan di rumah ini membuat siswa dan orang tua menjadi cepat stress. Karena mereka tidak bisa berinteraksi dengan rekan-trekan lainnya dan bermain di lingkungan sekolah. Aktivitas yang dilakukan setiap hari di rumah membuat kondisi psikologis tertekan dan bosan yang nantinya akan berujung dengan stress.

Perum GEMA

Komentar