oleh

Ternyata Korban Paman Biadap di Sumsel Rudapaksa Keponakan, Bukan Satu Tapi Dua Beradik

PALEMBANG Dugaan kasus paman rudapaksa alias hooh keponakan bertambah, setelah Dn melakukan pemeriksaan terhadap anak perempuannya berusia tujuh tahun.

Ditemui di Polda Sumsel, Dn mengatakan, mengetahui anaknya menjadi korban rudapaksa ia lantas membawa anaknya sebut saja namanya Bunga (7), untuk melakukan pemeriksaan ke puskesmas setempat.


Kemudian barulah diketahui putri bungsunya yang masih berusia 3 tahun sebut saja namanya Melati, juga mengalami tindakan serupa berdasarkan hasil pemeriksaan medis.

“Hasil pemeriksaan bahwa organ vital putri bungsu saya juga mengalami robek sehingga saat ia pipis mengalami sakit,”ungkapnya, Selasa (12/10/2021) pada awak media.

Ditambahkannya, bahwa ia belum mengetahui apakah putri bungsunya juga menjadi korban rudapaksa yang dilakukan pelaku R.

“Putri bungsu saya ini tidak mau berbicara, namun putri saya yang berusia tujuh tahun mengaku kepada pihak puskesmas setempat bahwa menjadi korban asusila yang dilakukan pelaku R,”urainya.

Dijelaskan, Dn sudah menikah bersama suaminya selama delapan tahun.

“Saya bersama dua anak dan suami saya tinggal di rumah mertua saya bersama pelaku R, jadi kami selama ini tinggal disana. Mengetahui kejadian ini saya bersama anak saya pindah ke rumah orang tua saya, dan suami saya tetap berada di rumah mertua saya dan saya tidak tahu alasanya dia tetap disana,”bebernya.

Sementara itu, Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan melalui Kasubdit IV Renakta Polda Sumsel, Kompol Masnoni menjelaska, pihaknya sudah mengetahui laporan korban.

“Untuk laporannya memang benar ada, tapi nanti saya konfirmasi lagi. Masih tahap penyelidikan,”ujarnya.

Lanjut Masnoni, korban telah melakukan visum di RS Bhayangkara M Hasan Palembang.

“Dugaan korbannya ada dua tetapi masih dalam penyelidikan, untuk pelaku belum kita tetapkan karena masih dalam penyelidikan,”pungkasnya.

Perum GEMA

Komentar