oleh

Tak Tahan Anak Gadis Jadi Budak Seks Sang Suami, Ibu Korban Lapor Polisi

MUSI RAWAS— Tak bermoral, kata ini pantas disandang Gi (38), warga Kecamatan Bulang Suku Tengah (BTS) Ulu, Kabupaten Musi Rawas (Mura). Sebagai seorang ayah, harusnya ia melindungi Bunga (bukan nama sebenarnya) layaknya anak sendiri, meski hanya anak tirinya.

Namun, apa yang dilakukan Gi, malah sebaliknya. Ia menjadikan Bunga sebagai budak seks pemuas nafsu birahinya, sejak korban masih duduk di Bangku Sekolah Dasar (SD).


Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka akhirnya diserahkan pihak keluarganya ke Mapolres Mura, Sabtu (21/8/2021), sekitar pukul 23.30 WIB.

Kapolres Mura, AKBP Efrannedy, menjelaskan kronologis terungkapnya masalah itu. Berawal ketika korban yang sudah tidak tahan lagi menjadi sasaran pelampiasan birahi tersangka, mengadukan ke ibu kandungnya, tentang apa yang telah dialaminya.

Kepada ibunya, korban menceritakan bahwa pada Juli 2021, sekitar pukul 16.00 WIB, dia telah diperkosa oleh tersangka. Aksi biadab tersangka bukan hanya sekali, tapi sudah berulang kali sejak dirinya duduk di bangku kelas VI SD.

Ternyata setelah aksi pertamanya aman dan tidka diketahui orang, diam-diam tersangka mencari kesempatan untuk kembali melakukan aksinya. Setelah korban duduk di kelas VIII SMP, begitu ada kesempatan, terasangka kembali memperkosa korban.

Korban yang tidak berani menceirtakan apa yag dialaminya karena diancam tersangka kembali bungkam. Itu justru membuat tersangka keranjingan dan ingin kembali menikmati tubuh korban.

Pada Mei 2021, sekitar pukul 16.00 WIB, begitu ada kesemoatan tersangka lagi-lagi menjadikan korban budak seknya. Terakhir, tersangka kembali melancarkan aksinya pada Juli 2021, sekitar pukul 16.00 WIB.

Namun kali ini ancaman tersangka tidak lagi membuat korban takut. Begitu ada kesempatan mengadukan semua yang dialaminya kepada sang ibu, korban langsung menceritakannya semua.

Ibu korban yang tak tahu bila selama ini anaknya telah menjadi korban sang suami, seketika merasakan dunia seolah kiamat. Tetapi, ia tidak mau tinggal diam dan menerima begitu saja apa yang telah menimpah putrinya.

Atas dasar itulah akhirnya, Kamis (19/8/2021), Ibu korban langsung menuju Mapolres Mura, melaporkan perbuatan tersangka, agar tersangka bisa diproses secara hukum.

Setelah menerima laporan ibu korban, pihak kepolisian melakukan pendekatan kepada keluarga tersangka. Alhasil Sabtu (21/8/2021), sekitar pukul 20.30 WIB,tersangka diantar keluarganya ke Polsek BTS Ulu, untuk menyerahkan diri.

“Setelah diintrogasi tersangka mengakui perbuatannya,”ungkap Kapolres dalam siaran persnya.

Selanjutnya tersangka langsung di gelandang ke Mapolres Mura, untuk diproses lebih lanjut.

“Tersangka akan kita proses sesuai dengan pasal 81 UU RI No.17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU RI No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak,” pungkasnya.

Perum GEMA

Komentar