oleh

Tak Bermoral! Ustad Ini Lecehkan 12 Santrinya

OKISungguh tak bermoral dan terpucu kelakuan ustad satu ini. Dimana seharusnya ia paham akan ilmu agama malah berbuat tak senonoh terhadap para santrinya. RP (19) yakni seorang ustadz atau tenaga pengajar salah satu pesantren di Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ini melecehkan ke 12 santrinya hingga membuat ia harus mendekam di balik jeruji besi.

Diungkapkan, Kapolres OKI AKBP Dili Yanto melalui Kasat Reskrim AKP Sapta Eka Yanto didampingi Kanit PPA, Ipda Jamal bahwa pelaku diamankan oleh pihaknya, Rabu (17/11/2021) sekitar pukul 17.00 WIB di pondok pesantren diaman tempat ia mengajar.


“Pelaku kita tangkap di Pesantren tempat ia mengajar dan tidak melakukan perlawanan. Dimana peristiwa ini terungkap setelah adanya laporan dari pihak orang tua korban terkait tindakan asusila dilakukan pelaku,” ungkapnya, Kamis (18/11/2021) dalam siaran persnya di Mapolres OKI.

Ditambahkannya, pelaku melakukan pelecehan seksual terhadap para santrinya tersebut berawal dari bulan Oktober dengan cara yang tidak senonoh. Para korban dipanggil dan ditelanjangi serta disuruh melakukan hal yang tidak pantas atau tidak wajar.

“Kemudian anak ini akhirnya, melaporkan kejadian itu kepada orang tuanya, dan orang tua melaporkan ke pihak kepolisian Polres OKI,”ujarnya.

Lanjutnya, atas perbuatannya pelaku dikenakan undang-undang perlindungan anak yaitu UU No 23 Tahun 2022. Dan ancaman hukumannya minimal 5 tahun maksimal 15 tahun.

“Namun,dalam perkara tersebut ancamannya 20 tahun karena pelaku merupakan seorang tenaga pengajar, sehingga ditambah sepertiga. Pelaku sendiri baru beberapa bulan mengajar di pesantren itu dan untuk modusnya masih kita dalami,”tegasnya.

Sementara itu, saat dimintai keterangannya, Rmd (45) salah satu orang tua korban menuturkan, bahwa mereka menuntut keadilan dan minta bantuan dari pihak yayasan untuk menindak.

“Mudah-mudahan kedepannya pihak sekolah meningkatkat pengawasan internal. Dan juga di sekolah itu, mestinya track record guru atau ustadz di screening dahulu, jangan asal main terima-terima aja,” jelasnya.

Lebih lanjut, dirinya mendapatkan informasi dari orang tua wali lainnya dan saat menanyakan kepada anaknya memang benar ada kejadian pelecehan itu, dan pelaku sudah ditahan pihak PPA.

“Bukan sebulan lagi, bahkan sudah tidak bulanan. Memang ada saya tidak pernah cerita, karena diancam oleh pelaku. Saat ini, pastinya anak saya mengalami trauma,”pungkasnya.

Perum GEMA

Komentar