oleh

Sejak Menjabat Gubernur Hingga Anggota DPR RI, Harta Alex Noerdin Naik Tiga Kali Lipat

JAKARTAMantan Gubernur Sumsel dan Bupati Musi Banyuasin dua periode ang sedang menjadi Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, H Alex Noerdin, terjerat kasus dugaan korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi Sumatera Selatan (PDPDE Sumsel) tahun 2010-2019. Perbuatan Alex Noerdin diduga terjadi saat dirinya menjabat Gubernur Sumsel.

Di sisi lain, harta kekayaan Alex Noerdin diketahui mengalami kenaikan cukup signifikan sejak menjadi gubernur hingga kini sebagai anggota DPR. Dari penelusuran di situs LHKPN KPK, Kamis (16/9/2021) dikutip melalui detikCom.


Alex Noerdin diketahui menyetorkan LHKPN awal mula menjabat sebagai Gubernur Sumatera Selatan pada 1 Juni 2008 dengan total harta kekayaan Rp 10.953.240.761 (miliar).

Kemudian, Alex Noerdin kembali melaporkan harta kekayaannya pada 5 Maret 2012 ketika jabatannya sebagai Gubernur Sumatera Selatan hampir usai. Kala itu, harta kekayaan Alex Noerdin naik sekitar Rp 9 miliar, yakni Rp 19.694.375.836.

Satu tahun kemudian, Alex Noerdin melaporkan harta kekayaannya lagi pada 7 Maret 2013 saat mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Selatan periode kedua. Dari data LHKPN, jumlah hartanya Rp 28.330.648.428. Naik Rp 9 miliar dari laporan terakhirnya pada 2012.

Selanjutnya harta Alex Noerdin saat dirinya mencalonkan diri sebagai anggota DPR sebesar Rp 28.551.241.256. Harta ini dilaporkan pada 21 Mei 2019.

Ketika menjabat anggota DPR, Alex Noerdin masih melaporkan harta kekayaannya. Tercatat dalam laporan pada 31 Desember 2019, hartanya mencapai Rp 28.179.486.817.

Setahun kemudian, tepatnya pada 31 Desember 2020, harta kekayaan Alex Noerdin sejumlah Rp 28.029.274.317. Berikut rincian harta Alex Noerdin:

1. Tanah dan Bangunan senilai Rp 20.565.669.750 yang terdiri atas:

-Tanah seluas 641 m2 di Kab/Kota Musi Banyuasin hasil sendiri Rp. 66.023.000
-Tanah seluas 501 m2 di Kab/Kota Musi Banyuasin hasil sendiri Rp. 64.503.750
-Tanah seluas 604 m2 di Kab/Kota Musi Banyuasin hasil sendiri Rp. 77.765.000
-Tanah seluas 1140 m2 di Kab/Kota Musi Banyuasin hasil sendiri Rp. 35.000.000
-Tanah seluas 15105 m2 di Kab/Kota Musi Banyuasin hasil sendiri Rp. 415.000.000
-Tanah seluas 3569 m2 di Kab/Kota Musi Banyuasin hasil sendiri Rp. 713.800.000
-Tanah seluas 476 m2 di Kab/Kota Palembang hasil sendiri Rp. 119.000.000
-Tanah seluas 431 m2 di Kab/Kota Palembang hasil sendiri Rp. 55.491.250
-Tanah dan Bangunan seluas 618 m2/523 m2 di Kab/Kota Palembang hasil sendiri Rp. 270.639.750
-Tanah seluas 1.500 m2 di Kab/Kota Palembang hasil sendiri Rp. 340.000.000
-Tanah seluas 300 m2 di Kab/Kota Palembang hasil sendiri Rp. 274.800.000
-Tanah dan Bangunan seluas 370 m2/370 m2 di Kab/Kota Palembang hasil sendiri Rp. 1.148.110.000
-Tanah seluas 617 m2 di Kab/Kota Palembang hasil sendiri Rp. 154.250.000
-Bangunan seluas 240 m2 di Kab/Kota Palembang hasil sendiri Rp. 480.000.000
-Tanah dan Bangunan seluas 1.235 m2/294 m2 di Kab/Kota Palembang hasil warisan Rp. 5.443.470.000
-Tanah dan Bangunan seluas 525 m2/247 m2 di Kab/Kota Palembang hasil warisan Rp. 1.863.577.000
-Tanah seluas 3.000 m2 di Kab/Kota Palembang hasil sendiri Rp. 150.000.000

-Tanah seluas 14.000 m2 di Kab/Kota Palembang hasil sendiri Rp. 1.120.000.000
-Tanah seluas 418 m2 di Kab/Kota Palembang hasil sendiri Rp. 522.500.000
-Tanah dan Bangunan seluas 1253 m2/300 m2 di Kab/Kota Palembang hasil sendiri Rp. 1.900.500.000
-Tanah dan Bangunan seluas 880 m2/600 m2 di Kab/Kota Tangerang hasil sendiri Rp. 2.226.240.000
-Tanah dan Bangunan seluas 1000 m2/200 m2 di Kab/Kota Palembang hasil sendiri Rp. 3.125.000.000

2. Alat transportasi dan mesin = Rp. 165.000.000
3. Harta bergerak = Rp. 6.723.500.000
4. Surat berharga = Rp 0
5. Kas dan setara kas = Rp. 575.104.567
6. Harta lainnya = Rp 0

Sub total Rp 28.029.274.317

7. Utang = Rp 0

Total harta kekayaan (II-III) = Rp. 28.029.274.317

Dari data tersebut media ini telah berupaya mengakses laporan harta kekayaan Alex Noerdin sejak 2008. Namun, data yang tersaji di website LHKPN tidak bisa terunduh

Diketahui, Alex Noerdin Ditahan Kejagung sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumatera Selatan tahun 2010-2019. Mantan Gubernur Sumsel itu langsung ditahan.

“Penyidik meningkatkan status tersangka AN,” ungkap Kapuspenkum Kejagung, Leonard, Kamis (16/9/2021).

Alex langsung ditahan 20 hari ke depan di Rutan Cipinang cabang KPK. Saat kasus terjadi, Alex menjabat Gubernur Sumsel tahun 2008-2013 dan periode 2013-2018.

Perum GEMA

Komentar