oleh

Pembuang Bayi di Mura Ternyata Sepasang Pelajar, Psikolog : Pelaku Akan Alami Traumatik dan Stress

Musi Rawas Utara — Warga Dusun IV Bandung Raya, Desa Sukaraya, Kecamatan Suku Tengah Lakitan (STL) Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas (Mura) dihebohkan dengan penemuan bayi perempuan.

Belakangan diketahui, bayi yang lahir dengan berat badan 1,7 kg itu dalam kondisi sehat , bayi itu di buang oleh kedua orangtua nya bahkan si ibu masih berstatus pelajar SMP berinisial SRN (13) dan laki-laki inisial YA (16) yang berprofesi sebagai buruh.


Kini kedua pasangan tersebut telah diamankan Polres Musi Rawas untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Menanggapi hal tersebut, Psikolog Asiawatie Sulastri menerangkan bahwa kasus tersebut sudah sering terjadi, biasanya pelaku membuang bayinya karena faktor malu, ketahuan keluarga, takut dan juga kecemasan yang tinggi

“Atau faktornya bisa karena tidak ingin pendidikannya terganggu,” ujarnya Rabu (10/11/2021) pada awak media.

Ditambahkannya, bahwa secara psikologis untuk kedua pasangan tersebut akan mengalami stress dan traumatik dengan pikiran yang tiada menentu.

“Apalagi si ibu bayi itu masih berstatus pelajar SMP, takunya nanti sampai mengalami trauma psikologis mugkin secepatnya harus segera di tangani oleh profesi psikolog, untuk menghindari kejadian di luar perkiraan kita, misalnya pelaku bisa melakukan bunuh diri karena malu atas perbuatannya dan juga bisa menimbulkan perilaku agresif lainnya,” ujarnya, Kamis (11/11/2021) dikutif melalui palpos.id.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, pengaruh pelajar tersebut mau melakukan hubungan diluar nikah ada sebabnya, bisa dari pengaruh lingkungan yang bebas, keinginan tahuan, atau bisa juga dari pengaruh film dewasa.

“Untuk penanggulan dini pada remaja jangan sampai terjebak dalam pergaulan bebas yang di butuhkan adalah pengawasan dan perhatian dari orang tua, upayakan anak menjadi sahabat bagi orang tua agar mereka lebih terbuka dengan pergaulan dgn siapa mereka berteman,”pungkasnya.

Perum GEMA

Komentar