oleh

Lantaran Tak Tahan Diomelin Sang Istri, Rizal Tega Habisi Nyawa Sang Istri Sirih

MUARA ENIM Nasi sudah menjadi bubur mungkin itu pepatah yang patut disematkan ke Rizal (30) warga komplek Perumahan Divisi VI No B4 PT Suryabumi Agro Langgeng Desa Pagar Jati Kecamatan Benakat Kabupaten Muara Enim. Akibat ia tidak bisa menahan emosinya karena diomeli terus-terusan oleh istri sirihnya. Lantaran itulah ia harus berurusan dengan pihak ke polisian, karena telah menyebabkan Yeti Septariani (26) meninggal dunia.

Kapolres Muara Enim AKBP Danny Sianipar melalui Kapolsek Gunung Megang AKP Herly Setiawan membenarkan adanya tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga tersebut yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia.


“Benar kita telah mengamankan seorang tersangka tindak pidana kekerasan dalam rumah hingga menewaskan Yeti Septariani (26) seorang ibu rumah tangga warga kabupaten PALI dengan pelaku tak lain adalah suami dari korban yaitu Rizal (30),”ungkapnya, Selasa (05/05/2021) dalam siaran persnya.

Dilanjutkan, Herly tindak pidana tersebut berawal dari pelaku sepulang dari bekerja memuat buah kelapa sawit milik PT. Suryabumi Argo Langgeng sesampainya dirumah Korban Yeti Septarini yang tak lain istri sirih pelaku langsung marah-marah kepada pelaku sambil berkata dan menanyakan kemana saja pelaku sampai tidak melihat makanan ikan terjatuh.

Atas pertanyaan itu, pelalu memjawab bahwa dirinya baru pulang bekerja, dan menasehati sang istri untuk tidak usah diributkan terkait hal itu karena masalah kecil. Tak sampai disana ternyata korban masih marah-marah dan menuduh pelaku main HP ditempat kerjanya dan menuduh ada wanita lain.

“Kemudian pelaku masuk kedalam kamar untuk istirahat sambil merebahkan badan, akan tetapi masih korban ini masih saja mengoceh di lluar dan mengeluarkan kata kata kasar sambil korban ini berjalan keteras rumah mereka. Lantaran karena kesal pelaku melempar bantal kearah Korban,”beber Herly.

Selanjutnya, setelah korban telah berada diteras rumah, korban masih saja ngomeli pelaku dengan mengutarakan kata kasar dengan ucapan bahwa pelaku hanya berani dengan Cuma berani perempuan dan melontarkan kata tidak sopan menyebutkan bahwa pelaku seperti binatang.

“Pelaku ini sempat menasehati korban untuk menenangkan untuk berhenti lantaran ia menuturkan malu dengan tetangga atas keributan yang terjadi. Namun Korban semakin berkata kasar terhadap pelaku dengan menyebut kata-kata binatang dan anjing terhadap pelaku. Lantaran mendengar kata kasar tersebut, seketika pelaku emosi dan mengambil sebuah Tojok/ tombak alat untuk memuat buah sawit yang terbuat dari besi panjang 110 cm yang terletak didekat dinding rumahnya,

lalu pelaku langsung mendekati korban dari arah belakang yang saat itu sedang berada berdiri diteras rumahnya. Lalu pelaku langsung memukulkan dengan Tojok/ tombak tersebut kebagian kepala belakang Korban Sebanyak dua kali yang membuat korban jatuh tersungkur tidak bergerak didepan rumah pelaku,”jelasnya.

Atas kejadian itu, lalu datanglah para tetangga mereka untuk mencoba menyelamatkan pelaku dengan membawa korban kerumah sakit umum Talang Ubi Kabupaten PALI, namun nyawa korban tidak tertolong lagi dan sudah meninggal dunia. Hingga korban, selanjutnya dibawa ke rumah duka di desa Sungai Baung Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI untuk dimakamkan.

“Setelah menerima laporan kejadian tersebut, kemudian saya bersama Team Trabazz Polsek Gunung Megang dan Kanit Reskrim Ipda Subagio langsung menuju ke TKP. Setelah sampai kita juga berhasil mengamankan pelaku sekitar pukul 11.00 Wib yang masih berada di TKP yang ada di dalam perumahan Divisi VI No B4 PT. Suryabumi Agro Langgeng,”ujarnya.

Lebih lanjut, Herli mengungkapkan setelah melakukan olah TKP Team Trabazz Polsek Gunung Megang langsung mengamankan pelaku untuk dibawa ke Polsek Gunung Megang untuk dilakukan proses penyidikan.

“Pelaku telah kita amankan di Mapolsek Guning Megang guna proses hukum lebih lanjut,”pungkasnya.


Komentar