oleh

Dou Pencuri Sepeda Motor Mahasiswa ini Tak Berkutik Setelah di Dor Kakinya oleh Unit Ranmor Polrestabes Palembang

PALEMBNAG — Tidak butuh waktu yang lama, dua pencuri sepeda motor seorang mahasiswa di Palembang berhasil diringkus anggota Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang.

Diketahui, keduanya yakni Mustofa Kamal (20), warga Pulogadung, Kecamatan Sukarami Palembang, dan M Riski Indra Pratama (20), warga Jalan Sosial Kecamatan Sukarami Palembang. Ditangkap di rumah masing-masing, Selasa (27/4/2021), sekitar pukul 23.30 WIB.


Dari kedua pelaku juga diamankan barang bukti berupa kunci latter T, dan sepeda motor yang dipakai saat beraksi, dan sepeda motor milik korban, AG (22), Suzuki Satria FU Nopok BG 4979 DA.

Kedua pelaku ini melakukan tindak pidana pencuriannya terhadap sepeda motor korban saat terparkir di depan kontrakannya Jalan Dwikora II YKP II Kelurahan Demang Lebar Daun Kecamatan Ilir Barat I Palembang, Selasa (27/4/2021), sekira pukul 14.00 WIB.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra melalui Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi, membenarkan penangkapan terhadap kedua pelaku.

“Benar, pelaku ditangkap berdasarkan laporan dari korban Curanmor,” ungkapnya, Rabu (28/4/2021) dalam siaran persnya.

Akan tetapi, diungkapkan Tri lantaran melakukan perlawanan dan hendak kabur serta tak mengindahkan letusan peringatan, dua sahabat tersebut dilumpuhkan di kaki dengan timah panas.

“Salah satu pelaku merupakan residivis dan baru saja keluar dari penjara,” jelasnya.

Dilanjutkannya, atas perbuatannya kedua pelaku dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman 5 tahun kurungan penjara.

Sementara, tersangka Mustofa mengakui bahwa ia dan tersangka Riski yang mencuri sepeda motor korban dengan alasan tuntutan ekonomi.

“Ya pak, kami terpaksa melakukan pencurian terhadap sepeda motor itu karena tuntutan ekonomi. Dari hasil dari penjualannya cukup untuk belanja sehari-hari,” kilahnya.

Diakui Mustofa juga kalau yang mencuri sepeda motor korban ia dan rekannya menjualnya.

“Saya yang mengambil sepeda motornya, sedangkan teman saya Riski yang menjualkannya. Dar hasil penjualannya sata kebagian Rp500 ribu,” pungkas Mustofa.


Komentar