oleh

Disebabkan Pandemi Covid 19, Sopir Travel Ini Beralih Profesi Jualan Narkoba

PALEMBANGDampak pandemi Covid 19 sangat dirasakan oleh banyak masyarakat terutama yang berpenghasilan didapat per hari. Seperti para sopir travel yang mengalami penurunan drastis sehingga tidak mencukupi kebutuhan keluarga. Lantaran itulah, Sugiarto alias Totok (46), warga asal Lampung Tengah, nekat cari sampingan dengan mengedarkan narkoba jenis ekstasi.

Naasnya, bisnis yang baru dijalaninya tak bertahan lama karena ditangkap polisi saat transaksi di areal Kantor Camat Sukarami Palembang, Rabu (08/9/2021) sekitar pukul 11.15 WIB.


Dari tangannya, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 100 butir inek warna merah muda, dua ponsel dan 1 unit mobil Kijang Innova BE 2969 GG.

Kasat Narkoba Polrestabes Palembang, AKBP Andi Supriadi mengungkapkan, penangkapan tersangka berawal dari informasi masyarakat bahwa akan ada transaksi narkoba di kawasan Jalan Kebun Bunga KM 9 Kecamatan Sukarami tepatnya di area Kantor Camat Sukarami.

“Kemudian anggota kita langsung menuju lokasi dimaksud. Sesampainya di lokasi, terpantau mobil warna silver sama seperti ciri-ciri yang diinformasikan ke kita, terparkir di halaman kantor camat dengan posisi mesin menyala dan ada sopirnya,” ungkapnya, Kamis (09/09/2021) dalam siaran persnya.

Lanjut Kasat, ketika akan didekati anggotanya, mobil tersebut hendak berjalan namun langsung dihentikan dan mengamankan tersangka Sugiarto alias Totok.

“Lalu anggota melakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti berupa 100 butir pil ekstasi warna pink dalam plastik klip di kursi depan sebelah kiri tersangka,” terangnya.

Ditambahkan Andi, ketika diintrogasi, tersangka Totok mengaku pil ekstasi tersebut miliknya yang baru saja dibeli seharga Rp.170 ribu perbutir dari seorang perempuan inisial FT (buron).

“Menurut tersangka, pil ekstasi itu baru sekitar 10 menit dibelinya dari seorang wanita inisial FT yang masih buron. Perbutir Rp170 ribu, jadi totalnya Rp.17 juta,”terangnya.

Ditegaskan Kasar, atas perbuatannya, tersangka bisa dijerat Pasal 132 ayat (1) Jo 114 ayat (2) dan atau Pasal 132 ayat (1) Jo 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukumannya paling lama seumur hidup,” urainya.

Sementara, tersangka Totok tidak membantah jika pil ekstasi tersebut miliknya.

“Iya, rencananya untuk dijual lagi dengan harga Rp200 ribu perbutir,” ujarnya pada awak media dihadapan polisi.

Dia mengaku, jika terpaksa menjalani bisnis haram tersebut lantaran sejak pandemi melanda, penghasilan sebagai sopir travel mulai merosot.

Saya sempat bertahan, walaupun penumpang sudah sepi. Akhirnya beberapa bulan terakhir saya banting setir jual inek,” pungkasnya.

Perum GEMA

Komentar