oleh

Biadap! HD Gagahi Anak Tiri Berkali-Kali

PAGARALAM — Sungguh biadap apa yang dilakukan HD (39) warga kecamatan Dempo Utara kota Pagaralam. Pria yang merupakan ayah tiri dari korban Mawar (11) nama disamarkan harus mengalami kekerasan seksual berkali-kali dari suami dari ibu kandungnya.

Entah setan apa merasuki pikiran pria ini hingga tega mengagahi anak tirinya sendiri yang masih duduk di bangku sekolah dasar ini.


Diketahui, terungkapnya kelakuan HD yang telah ia lamukan berulang kali sejak Desember 2020 lalu.

Peristiwa asusila yang dilakukan pelaku HD ini sudah dilaporkan ibu Mawar, LA didampingi paman korban.

Dihadapan polisi LA berharap, HD dihukum seberat-beratnya.

“Kalau bisa dia (pelakus HD, red) dihukum seumur hidup atau bila perlu dihukum mati sekalian,” pinta ibunda Mawar saat memberikan keterangan di Mapolres Pagaralam, ungkap Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara melalui Kasatreskrim AKP Acep Yuli Sahara, Rabu (09/06/2021) dalam siaran persnya.

Ditambahkan, Acep kelakuan bejat HD terhadap korban Mawar, menurut keterangan diketahuinya perbuatan asusila ini setelah ibu korban menerima laporan dari korban Mawar bahwa ia telah dicabuli oleh ayah tirinya yang tak lain suami dari ibunya sendiri.

“Korban akhirnya melaporkan perbuatan asusila kepada ibunya, jika sudah diperlakukan tak senonoh oleh ayah tirinya sendiri,” ungkapnya.

Berbekal dari laporan inilah, anggota kita dari Unit Pidum pimpinan Ipda Erwin Sudiar pun bergerak cepat mengejar keberadaan pelaku.

“Pelaku HD berhasil kita ringkus tanpa perlawanan pada Senin (7/6/2021) di pondok kebun miliknya yang berada di Talang Bandung, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat,”bebernya

Selain itu, Petugas juga mengamankan barang bukti satu kasur, dan satu stel pakaian yang dikenakan korban.

Ditegaskannya bahwa pelaku HD sekarang sudah diamankan di Mapolres.

“HD telah kita mainkan dan terancam dijerat pasal 81 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua UU RI Nomor.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo UU Nomor 35 Tahun 2014 Tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman Maksimal 15 tahun penjara,”pungkasnya.


Komentar