oleh

Bejat! Lebih dari Enam Tahun Ayah Gagahi Anak Tiri Sejak Kelas IV SD

BANYUASIN — Entah apa yang merasuki fikiran, ayah bejat ini hingga tega memperkosa anak tirinya sebut saja Bunga. Ia harus menanggung aib ini sejak duduk di bangku kelas IV Sekolah Dasar (SD).

Setelah lebih dari enam tahun mencabuli anak tirinya, akhirnya aksi bejat SS (44), warga Desa Pangkalan Benteng, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, akhirnya terungkap dan berhasil diamankan Unit PPA Satreskrim Polrestabes Palembang, Kamis (19/8/2021).


Informasi dihimpun, buruh harian lepas ini melancarkan aksi terakhir, Kamis (12/8/2021), sekitar pukul 01.30 WIB di sebuah rumah Jalan Inspektur Yazid Lorong Orion, Kelurahan Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning kota Palembang.

“Saat itu tersangka memaksa anak tirinya untuk melakukan hubungan suami istri, dan dia sudah melakukannya sejak korban masih kelas IV SD sampai dengan sekarang atau kurang lebih sudah 6 tahun ini,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi didampingi Kanit PPA, Iptu Fifin Sumailan, Kamis (19/08/2021) dalam siaran persnya.

Ditambahkan, Tri untuk melancarkan aksi bejatnya, tersangka mengancam korban apabila tidak mau menuruti kemauannya untuk melakukan hubungan intim. Pelaku mengancam akan membunuh korban dan adik-adiknya serta merusak rumah ibu kandung korban.

“Karena takut dengan ancaman itu, korban pasrah saat disetubuhi pelaku,”ujarnya.

Lebih lanjut, Tri menambahkan karena sudah tidak tahan menjadi budak nafsu ayah tirinya, korban pun akhirnya menceritakan kejadian yang menimpanya kepada temannya sesama pelajar.

“Kedua saksi memberitahukan hal tersebut kepada ayah kandung korban. Kemudian saksi dan ayah korban melapor ke Polrestabes Palembang, dan langsung ditindak lanjuti hingga pelaku berhasil diamankan,”bebernya.

Ditegaskan, Tri atas perbuatannya, pelaku diganjar dengan Pasal 76D Jo Pasal 81 ayat (1), ayat (3) UU RI Nomor 17Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU yang sebelumnya diatur dalam UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Atas perbuatannya tersangka terancam hukuman kurungan penjara lebih kurang 10 tahun,”pungkasnya.

Perum GEMA

Komentar