oleh

Anak Anggota DPRD Lakukan Persetubuhan Terhadap Anak Dibawah Umur, Orang Tua Korban Lapor Polisi

JABAR — Seorang pemuda berinisial AT (21) dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota atas tuduhan persetubuhan anak di bawah umur. AT diketahui anak dari IHT, anggota DPRD Kota Bekasi.

Kasus ini terkuak setelah korban diketahui tidak pulang berhari-hari ke rumahnya. Belakangan diketahui, korban rupanya menginap di indekos AT.


Diketahui, AT dan korban sudah saling mengenal sejak 9 bulan yang lalu setelah dikenalkan oleh temannya. Keduanya kemudian menjalin asmara.

Setelah berpacaran dengan AT, korban tidak pulang ke rumahnya selama hampir satu minggu. Kepada orang tua, korban mengaku tidak diperbolehkan pulang oleh AT.

“Saya pantau ini anak kok jarang pulang, saya sendiri tidak tahu di mana kalau ia tidak pulang. Hampir satu minggu, setelah saya cross check. Ternyata anak kami ini dilarang pulang oleh pelaku,”ungkap orang tua korban saat dihubungi, Kamis (14/4/2021) dikutip melalui detikcom.

Menurut pengakuan korban kepada orang tuanya, ia juga mendapat kekerasan dari pelaku karena meminta pulang.

“Kalau pulang anak kami ini dipukuli olehnya, Dari hasil pengakuan k kami ke istri saya, kalau hitungannya sudah 4 kali terjadi kekerasan yang dilakukannya ke anak kami,”bebernya.

Atas kejadian ini, orang tua korban kemudian melaporkan hal ini ke Polres Metro Bekasi. Dalam laporannya di kantor polisi, korban mengaku sudah disetubuhi oleh pelaku.

“Di kantor polisi pun terbongkar semua, selama anak kami tidak pulang sudah ada tindak asusila yang pelaku perbuat berjalan, lebih dari 2-3 kali. Tentu kami syok, ternyata kami lepas kontrol, anak kami sampai jadi korban, sampai sekarang pelaku belum tersentuh oleh hukum,” ujarnya.

Dari pengakuan korban, tindakan asusila itu terjadi di kamar kos pelaku di Bekasi. Korban terpaksa menuruti keinginan pelaku karena diancam.

Setelah mengetahui pencabulan itu, orang tua korban meminta pertanggungjawaban dari orang tua pelaku. Namun, orang tua pelaku saat itu menawarkan agar pelaku dan korban dinikahkan.

“Istri saya sempat ke keluarganya, sempat ketemu dengan bapaknya (IHT) dan ibunya. Namun saat ketemu Pak IHT, malah beliau sendiri menyarankan bahasa yang kurang bagus untuk anak di bawah umur. Ia malah meminta agar segera dinikahkan. Akan tetapi menurut kami bahwa hal ini sudah tidak benar bahasa seorang wakil rakyat seperti ini, harus dinikahkan,”tegasnya.

Lebih parahnya lagi menurut orang tua korban, tujuannya nikahkan pelaku dengan anak kami itu untuk menjaga nama baik ayah pelaku, IHT selaku anggota DPRD Kota Bekasi.

“Ibunya mengatakan agar kita jaga nama baik dari suaminya selaku anggota DPRD. Ia bahkan meminta tolong sekali ke kami dan mengatakan atas kejadian itu dampaknya nama baik dari ortu pelaku karena, public figure,” sambungnya.

Sementara itu, Polres Metro Bekasi Kota telah menerima laporan korban. Polisi kini mulai menyelidiki laporan tersebut.

“Ya laporan baru kemarin dibuat dan sudah dilakukan visum dan akan ditindaklanjuti,” kata Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing saat dihubungi, Rabu (14/4/2021) oleh Detikcom yang dilansir smartizen.my.id, Kamis (15/04/2021).

Diungkapkan, Erna pihaknya akan mengecek tempat kejadian perkara (TKP) dan mencari saksi-saksi untuk mendukung penyelidikan.

“Penyelidikan pengecekan TKP mencari saksi-saksi, mencari bukti-bukti,”jelasnya.

Sementara, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) prihatin atas kasus persetubuhan itu. Terlebih orang tua pelaku meminta kepada orang tua korban untuk menikahkan keduanya.

“Perkawinan dini dapat berdampak buruk, terutama bagi anak perempuan. Apalagi jika pencabulan, korban kemungkinan mengalami trauma. Akan berat sekali baginya menjalankan pernikahan,”ulasnya.

Pernikahan anak, ucap Retno, akan berdampak pada kesehatan fisik korban. Pasalnya, organ-organ seksual korban belum siap, apalagi bila hamil akan dapat mengancam jiwanya.

“Menikahkan pelaku dengan korban bukan jalan terbaik bagi kepentingan anak. Apalagi jika menikah untuk menggugurkan pidananya,”pungkasnya.


Komentar